Lifestyle

Alasan-alasan Kaum Milenial Menunda Pernikahan

Pernikahan adalah sebuah acara sakral yang sekaligus menjadi salah satu dari ‘goal’ hidup kebanyakan orang, apalagi bagi anak muda zaman sekarang atau...

· 2 min read >

Pernikahan adalah sebuah acara sakral yang sekaligus menjadi salah satu dari ‘goal’ hidup kebanyakan orang, apalagi bagi anak muda zaman sekarang atau millennials dengan maraknya tren nikah muda. Tapi, keinginan dan rencana pernikahan yang diidamkan nggak selalu berjalan dengan seperti yang diharapkan. Alhasil, banyak sekali dari mereka yang akhirnya menunda pernikahan mereka.

Bukan tanpa sebab, mereka yang memutuskan untuk menundanya pun dipengaruhi berbagai alasan. Mau tahu alasannya?

Belum merasa siap secara finansial

Menikah bukan hanya bicara soal rasa cinta dan perasaan yang dimiliki, tapi juga kesiapan akan materi. Masalah finansial merupakan masalah paling utama dan yang paling sensitif untuk dihadapi. Hal ini pula yang kemudian menjadikan para milenial belum berani mengambil langkah serius menuju pernikahan.

Faktor ekonomi memang harus sangat dipertimbangkan. Apalagi nggak sedikit lho pernikahan yang akhirnya kandas ditengah jalan karena  masalah ekonomi ini. Biasanya, masalah diawali dengan kurangnya pemasukan yang tidak bisa menutupi besarnya pengeluaran.

Nah, makanya sekarang ini banyak milenial yang sengaja menunda pernikahannya karena ingin fokus terlebih dahulu dengan stabilitas finansialnya. Semua harus diperhitungkan secara matang karena saat sudah memiliki ikatan pernikahan, kita nggak bisa cuma mikir tentang diri sendiri tapi juga bagaimana nanti soal uang belanja bulanan, uang persalinan, uang susu, hingga uang cicilan rumah atau mobil.

Masih ingin punya kebebasan diri dan belum siap berkomitmen.

Sebagai anak muda, tentunya kita memiliki keinginan untuk mengeksplor diri dan lingkungan di sekitar kita secara lebih luas dan mendalam. Menikah memang seharusnya nggak mengekang kebebasanmu, tapi saat sudah terikat pernikahan nanti, kebebasan diri sendiri pastinya juga akan berkurang. Entah dari kebebasan akan waktu hingga kehidupan pertemanan.

Berkomitmen bukanlah suatu hal yang mudah dan pernikahan adalah tanggung jawab besar yang akan menjadi ‘beban’ dalam hidup. Karenanya, banyak kaum milenial yang memutuskan untuk menunda pernikahan demi memuaskan segala keinginan mereka terlebih dahulu sebelum harus mengikat diri dengan pasangan nanti.

Belum menemukan “The One”

Pernikahan diharapkan menjadi momen sekali dalam seumur hidup. Untuk itu, kita pasti ingin menjalaninya dengan orang yang tepat. Salah satu dari banyak alasan ditundanya sebuah pernikahan biasanya karena kita belum menemukan “The One” atau orang yang kita rasa adalah orang yang tepat dan benar-benar kita cintai.

Waktu pacaran lama tidak selalu menjamin kalau kita cocok dengan pasangan kita. Untuk itu, mereka yang menunda pernikahannya karena hal ini biasanya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan agar nantinya tidak ada keraguan akan pasangannya. Apalagi untuk kaum milenial dengan jiwa mudanya yang masih punya banyak waktu dalam pencarian “The One” 😉

Masih ingin mengejar karir

Usia 20-an adalah usia yang tepat bagi kaum milenial untuk memaksimalkan potensi diri untuk mengejar dan membangun karir. Hal ini juga menjadi salah satu alasan untuk tidak menikah muda dan menunda pernikahan. Terlebih, banyak sekali hal yang harus rela ditinggalkan saat memutuskan untuk menikah nanti, salah satunya pekerjaan.

Bagi perempuan, mengejar karir bukan berarti nggak menghargai pasangannya sebagai kepala rumah tangga yang mencari nafkah—tapi lebih kepada persiapan bekal masa depan yang lebih matang. Begitu juga dengan laki-laki, nggak sedikit laki-laki yang menunda pernikahan karena pekerjaan agar lebih siap dan mapan secara finansial untuk membangun sebuah keluarga.

Hal ini sangat berkaitan erat dengan faktor ekonomi. Dengan karir yang baik, maka keadaan finansial pun harusnya juga dapat teratasi dengan baik. Nantinya, kalau sudah mapan dan memiliki karier yang stabil, tentu akan lebih mudah untuk membangun pernikahan yang baik pula.

Tidak punya cukup waktu

Seperti yang kita ketahui, kaum milenial sedang mengalami masa paling produktif di usia 20-an. Dengan pendidikan, karir, ataupun segala kegiatan yang sedang dijalani demi menggapai cita-cita, tentunya nggak cuma menyita raga, pikiran, namun juga waktu. Akhirnya, sedikit waktu yang mereka miliki ini membuat mereka lebih memilih untuk fokus menggapai impiannya terlebih dahulu daripada menikah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *