Lifestyle

Muda Menikah: Tren atau Stigma?

Menikah dalam usia muda di era ini sudah dianggap seperti sebuah tren. Namun, di sisi lain, menikah dalam usia muda juga dapat...

· 1 min read >

Menikah dalam usia muda di era ini sudah dianggap seperti sebuah tren. Namun, di sisi lain, menikah dalam usia muda juga dapat memunculkan stigma di kalangan masyarakat hingga orang-orang terdekat. Hal ini seperti menjadi masalah sosial yang patut untuk diperbincangkan.

Fenomena menikah dalam usia muda beberapa puluh tahun kebelakang bukanlah sesuatu yang mengejutkan di Indonesia. Banyak dari orang tua kita yang pada saat itu menikah dalam usia yang masih dan bahkan terlalu muda. Belakangan ini, fenomena menikah dalam usia muda marak kembali.

Media sosial menjadi salah satu platform yang membuat fenomena ini mendapatkan banyak sorotan saat ini. Banyaknya social media influencer atau selebriti yang terbilang sukses dalam usia muda dan kemudian membagikan momen-momen dalam hidupnya seperti pernikahan di media sosial seakan memberikan gambaran hidup ‘sempurna’ bagi anak muda lainnya. Sehingga, hal ini mendorong anak-anak muda untuk juga mendapatkan gambaran hidup ‘sempurna’-nya masing-masing dan secara tidak langung menjadikan pernikahan dalam usia muda sebagai tren.

Menikah dalam usia muda juga sering kali menjadi pilihan anak muda untuk menjalani ‘pacaran yang halal’. Tetapi, tidak jarang, tren menikah dalam usia muda ini malah berbalik menjadi sebuah stigma. Biasanya, orang yang menikah dalam usia muda dituduh telah melakukan hal-hal yang tidak berkenaan dengan norma dan budaya setempat. Di Indonesia, kasus yang paling sering terjadi di kehidupan sehari-hari kita adalah stigma berupa married by accident atau hamil diluar nikah.

Dengan banyaknya pasangan muda yang dianggap menikah karena ‘kecelakaan’ ini, stigma tentang menikah dalam usia muda dianggap hadir karena adanya kenakalan remaja sehingga menciptakan stereotip negatif di kalangan masyarakat. Sehingga, jika ada pasangan muda yang menikah, secara otomatis masyarakat akan menganggap bahwa pernikahan tersebut adalah sebab dari kenakalan remaja dan dilakukan karena tidak ada pilihan lain.

Sebenarnya, tidak ada yang salah untuk menikah dalam usia muda—asalkan kedua dari pasangan memenuhi syarat umur yang legal. Namun, pandangan mengenai hal inilah yang menimbulkan banyak perdebatan. Sekarang, bagaimana sih pendapat kalian tentang menikah dalam usia muda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *